Malam begitu gelap ketika aku duduk di beranda rumahku yang sepi. Ingatanku kembali pada masa delapan tahun silam saat-saat pertama pengukuhanku sebagai seorang mahasiswa. Sebuah ritual tahunan yang orang menyebutnya sebagai orientasi mahasiswa baru kelautan atau dikenal dengan nama OMBAK. Pagi begitu dingin ketika aku melangkahkan kaki dengan tergesa-gesa menuju kampus biru yang sudah tak sepi itu. Tak kuhiraukan lagi tampang kusut karena kurang tidur semalam juga kepangan rambutku yang terasa semakin gatal. Dengan semangat empat lima kupercepat langkahku hingga peluhpun membasahi kemeja putih yang kukenakan. Dari jauh kulihat segerombolan wajah-wajah lugu berseragam putih biru dengan dasi aneka warna dan kaos kaki bola yang dipadu dengan sepatu kets warna putih. Kacamata hitam yang bertengger pada wajah-wajah itu membuat mereka terlihat seperti rombongan sirkus yang siap aksi. Aku ingin sekali tertawa melihatnya tapi aku sadar akupun bertampang seperti mereka. Tampang badut-badut kampus yang siap ditonton.

Dengan langkah gontai aku menyatukan diri dengan barisan itu setelah terlebih dahulu mendapat bentakan yang membuatku keringat dingin. Aku dihukum karena terlambat dan hukumannya adalah push-up sebanyak dua puluh dua kali. Dua puluh dua. Angka keramat yang menjadi simbol mahasiswa kelautan. Angka itu juga yang membuat mahasiswa baru jatuh bangun. Bayangkan setiap kali hukuman harus dilakukan sebanyak dua puluh dua kali. Kami yang mengetahui tradisi aneh itu hanya bisa pasrah. Apalah arti sebuah perlawanan kalau toh pada akhirnya setiap kesalahan akan tetap ditimpakan pada mahasiswa baru sekalipun mahasiswa itu tidak bersalah seperti yang tercantum dalam undang-undang aneh yang berlaku di dunia orientasi yang berbunyi :
Pasal 1 : Senior tidak pernah bersalah
Pasal 2 : Jika senior bersalah maka kembali ke pasal 1

Suara gelegar membuatku tersadar dari keasyikanku memperhatikan ekspresi teman-teman seperjuanganku. Seorang senior berpenampilan sangar membentak seseorang. Laki-laki gondrong itu berjalan menuju barisan kelompok lima. Ia menyuruh seorang maba yang bernama Udin untuk maju ke depan barisan. Dasi merah dan kacamata hitam membuat penampilannya seperti seorang eksekutif muda walaupun lebih mirip seorang sales.
” Hei kamu...belum pernah pakai kacamata ya ?” tanya seksi acara yang mirip Ahmad Dani itu lantang
” Su...sudah pernah Kak” jawab mahasiswa baru itu dengan sedikit ketakutan
” Kalau begitu kenapa seperti itu memakai kacamata, seperti kakek-kakek saja ” kata senior itu sambil memperhatikan kacamata Udin yang memang agak melorot kehidung
” Eh...anu kak, kacamata saya kebesaran ” jawab Udin spontan. Karena tak percaya dengan pengakuan Udin, dengan sedikit memaksa senior itu menyuruh Udin untuk melepas kacamatanya. Alhasil dia harus mendapatkan hukuman karena ternyata kacamata itu bukan kacamata rayban biasa tapi kacamata yang sengaja dicat hitam. Ia terpaksa mencat kacamata itu karena tak menemukan kacamata raybannya yang hilang entah kemana. Aku dan teman-teman hanya bisa menahan tawa karena memang sejak tadi Udin hanya bisa celingak celinguk karena tidak bisa melihat :-)

5 komentar:

irafpikunhalu mengatakan...

Ha...ha...ha..99x masa sih. ada-ada aja. Tp sy salut deh dengan alur ceritax. Jd teringat moment OMBAK 00. Sy dpt gelar jg tuh sma senior. Dulu itu sy rada jengkel, marah tapi klo ingt sekarang jd terasa lucu.....Kpn yah kita bisa kumpul2 lg??????????????

Anonim mengatakan...

iya teman...Ombak selalu meninggalkan kenangan tersendiri bagi siapa saja yang pernah melewatinya


marine '00

Anonim mengatakan...

pasti lucu jika melihat tampang mahasiswa baru yang lagi ospek... apalagi dengan kostum putih biru dengan kepangan rambut trus pake kacamata hitam tambah dasi plus kaos kaki n sepatu bola... :-)

ondo mengatakan...

menarik dan penuh kenangan....
begitulah OMBAK.... suatu prosesi yang memperkenalkanku dengan namanya jengkel, emosi, solidaritas, kerjasama, egois..... apa lagi di'....pokoknya beda dengan prosesi yang ada sekarang....

eh udin... keren tawwa kacamatanya... hehehehe....

Asma.... kalo nda salah ingat yang hari pertama itu kita pake Jas merah, kemeja putih...

satu lagi dapat dimana ini foto.... inimi ine...yg suka ambil foto di senat... saya grab ple nah, tuk posting di Facebook....

asma aziz mengatakan...

yop...hari pertama ospek pake baju putih+jas merah n kalo nda salah waktu itu sy nebeng di mobilmu pas lewatko di pintu 1. kalo soal foto kayaknya itu kerjaannya Limin & Dicki